Tips memilih mesin penghancur plastik



Seringnya banyak  konsumen yang menghubungi kami melalui  telpon yang meminta kami untuk memodifikasi mesin pencacah plastik milik mereka. Maka lewat artikel pendek ini kami ingin berbagi bagaimana cara atau tips memilih mesin penghancur plastik yang baik ? kami sering menerima  pengerjaan untuk memodifikasi mesin penghancur plastik buatan produk lain dengan berbagai alasan seperti ; motornya sering terbakar, pisaunya lepas, dan getarannya terlalu hebat, mereka juga minta digantikan pisau yang  lebih tajam . Serta berbagai macam keluhan lainya. Untuk itu berikut ini berikan beberapa tips bagaimana cara memilih mesin penghancur plastik yang baik.
" Serta keluhan yang paling sering adalah mengenai kapasitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh penjual mesin pencacah plastik " 

Sebagai solusinya adalah  

Jangan terlalu mudah percaya pada kapasitas besar yang ditawarkan oleh penjual, periksa dengan teliti berapa panjang pisau,  bahan pisaunya , horse power mesinnya,  dll.  

Sebagai pertimbangan 
  • 1 ton hasil cacahan botol/gelas aqua =  1 truk 
  • Untuk mendapatkan 1 ton hasil cacahan diperlukan berapa truk bahan baku botol aqua gelas ? Jawabannya adalah tergantung dari kegepengan dari bahan limbah botol aqua tadi. bisa 2 truk , bisa 5 truk serta bisa juga 10 truk.  
  • Mungkinkah ? atau masuk akal gak jika kita ditawarkan crusher plastik dengan kapasitas yang besar misalnya  1 ton atau 2 ton per hari jika panjang pisaunya cuman 25 cm. 
  • Jangankan dimasukkan ke dalam sebuah crusher plastik yang masih harus melalui proses penggilingan dengan resiko tumpulnya pisau , dimasukkan kedalam sebuah lubang kosong yang panjangnya hanya 25 cm x 25 cm  saja tanpa penggilingan , kalau saya pribadi ragu apakah masuk akal kita akan mampu memasukkan ke dalam sebuah lubang dengan ukuran 25 cm sebanyak 5-10 truk secepat itu ( 8 jam ) ? sedangkan ini ceritanya digiling menggunakan mesin crusher plastik yang masih menanggung resiko pisau tumpul . 
  • Seberapa cepatkah atau seberapa hebatkah karyawan kita yang memasukkan limbah botol aqua ke dalam crusher plastik ? itu semua jadi bahan pertimbangan kita. 
  • Dari pantauan kami, tingkah laku karyawan kami dilapangan saat mereka tidak sedang kita awasi adalah setelah mesin dinyalakan dan mesin diesel kita sedang running, jam-jam pertama masih semangat memasukkan limbah ke dalam crusher , tapi jam-jam berikutnya begitu tidak kita awasi yang terjadi adalah mulai santai, ngerokok dulu, ngopi dulu, padahal mesin diesel sedang running dan efeknya adalah boros di bahan bakar , sedang hasilnya tidak mencapai target dengan pengeluaran  cost harian kita. 





tips memilih mesin penghancur plastik


Tips memilih mesin penghancur plastik

  1. Jangan mudah terlalu percaya pada iklan yang katanya dengan kapasitas besar dan harganya murah, biasanya ini hanyalah trik penjual agar penjualannya meningkat , tapi  akhirnya kitalah yang menanggung kerugiannya.  Cobalah cari informasi sebanyak mungkin, kalau bisa usakan melihat langsung bagaimana kwalitas dari mesin itu baik itu ditempat penjual,  kalau perlu kita bisa untuk mencoba menjalankan mesin tersebut dengan menggiling beberapa tumpuk limbah plastik, cara lain yang bisa anda jalani adalah mencoba lihat langsung ke  tempat konsumen lain yang pernah menggunakan produk tersebut.
  2. Periksa dengan teliti , bagaimana kondisi las-lasannya, jangan sampai anda tergoda dengan kata-kata kapasitas besar dan harga murah, tapi kondisi las-lasannya jelek, sehingga pas kita pakai pada ambrol semua.
  3. Periksa kesesuaian antara kapasitas yang ditawarkan pada kita dengan power motor penggerak ( berapa PK ? )  yang ia pasang pada mesin penghancur tersebut.  Jangan sampai  gilingannya besar namun sumber power yang dipasang tenaganya kecil, jika hal ini terjadi maka jika ia menggunakan motor listrik, akibatnya adalah mudah terbakar pada motor listriknya, contoh kasusnya seperti ini : misalkan kapasitas mesin yang ditawarkan adalah 1 ton per hari dengan panjang pisau 500 mm tapi ia  hanya menggunakan power sebesar 3 PK , ya jebbol lah motornya . Begitu juga sebaliknya, jangan terlalu besar juga kekuatan mesin yang di pasang, contoh kasusnya begini : kapasitas mesin yang ditawarkan adalah 500 kg per hari, tapi ia menggunakan sumber tenaga 40 pk, kalau ini yang terjadi akibatnya adalah adanya getaran hebat pada mesin yang mengakibatkan mudah rusak pada sistem sambungan baik itu las-lasannya, dudukannya, bearingnya dan komponen lainnya, selain itu efek lainnya adalah tidak efisien pada bahan bakar atau konsumsi listriknya yang terlalu boros. 
  4. Periksa bahan-bahan rangka yang di pasang pada mesin penghancur plastik tersebut, jenis bahan apa yang ia pasang, berapa ketebalannya , berapa lebarnya , merk baja itu buatan siapa atau buatan mana. 
  5. Periksa  bahan pisau yang disematkan pada mesin penghancur plastik , bahan apa yang ia gunakan, sebab kalau ia menggunakan bahan jelek akibatnya maka anda akan sering bolak balik ke tukang asah , sebab pisaunya sering tumpul.
  6. Pikirkan juga nantinya mesin penghancur plastik yang anda beli tersebut nantinya akan diopersikan dimana ? apakah di pedesaan ataukah di tempat yang penduduknya pada, ini erat hubungannya dengan tingkat kebisingan mesin, jika anda mengoperasikan mesin di tempat yang penduduknya pada ada baiknya menggunakan mesin pencacah plastik dengan tenaga motor listrik , tapi jika anda ingin menggunakan dan mengoperasikan mesin ini  di tempat yang jauh dari pemukiman, maka anda bisa menggunakan mesin giling plastik ini dengan menggunakan tenaga diesel.

Itulah beberapa tips yang dapat kami berikan mengenai  bagaimana cara membeli mesin penghancur plastik, jangan sampai anda menyesal setelah membeli produk tertentu hanya karena terkecoh dengan kata-kata kapasitas besar dengan harga murah.  Semoga bermanfaat.



Untuk pemesanan mesin penghancur plastik dapat menghubungi kami di no HP 087878633656 - 082330333556  , atau bisa datang langsung ke workshop kami di salah satu Komplek di Bandung Barat - Jawa Barat , tepatnya di Cimahi - Bandung Barat , Jawa barat .


Kumpulan keluh kesah 

Kisah  MR.X 

Dulu ada seseorang dari wilayah jawa barat juga , sama dengan kami dari jawa barat , sebut saja namanya MR.X  dia masih sangat awam sekali akan bisnis daur ulang plastik ,  namun keinginannya untuk bisnis plastik ini sangat kuat , dia tanya sana -sini mulai dari  tempat pembeliah bahan , tempat pembelian mesin penghancur plastik dan tempat penjualan hasil cacahan plastik . Kebetulan dia nelpon kami minta diajarin bagaimana caranya bisni limbah plastik ini , ya tentu saja dengan senang hati saya ajarin , mulai dari nol hingga tuntas , Pembelian bahan baku dia beli disekitar tempat ia jual , kemudian mesin penghancur plastiknya dia beli di tempat lain , alasannya karena lebih murah katanya ,  selama sebulan terakhir saya tidak mendengar kabar lagi dari dia, aneh . Biasanya sehari dia nelpon saya sampai 5 kali minta diajari bagaimana bisnis plastik . Kira - kira 1,5 bulan kemudian dia nelpon sambil merengek minta di cek ada apa dengan mesinnya , janji si penjualnya mesin ini kapasitasnya adalah 1 ton per hari ( 8 jam ) kenyataannya dalam sehari paling banyak cuman menghasilkan 140 kg dalam waktu 8 jam .  

Gak tega juga saya , Jauh - jauh saya datang ke rumahnya akhirnya setelah saya cek , ternyata masalahnya ada pada sudut pisau . Logikanya begini : mesin pencacah plastik ini bekerja dengan sistem menggunting ,  kita bayangkan bahwa kita sedang menggunting plastik , tentu sebuah gunting harus ada 2 buah bilah yang saling bertemu  bukan ? nah kalau seandinya salah satu bilah gunting itu tidak  lurus  , apa yang terjadi ? apakah masih bisa untuk menggunting plastik ? bisa dipastikan tidak akan bisa memotong plastik  . nah yang terjadi pada mesin penghancur plastik milik MR.X itu adalah seperti  itu , jadi intinya sudut kemiringan pisau tidak pas . 

Cerita MR. Y 

Mr. Y juga sama seperti  Mr.X diatas , keduanya masih pemula , dengan modal nekat dan uang yang pas-pasan MR . Y  membeli sebuah mesin penghancur plastik ,  di lokasi penjualnya di trial memang bagus , namun yang namnya pemula ia kurang teliti , bagaimana hasil dari cacahan plastik tersebut ,  singkat cerita setelah ia operasikan mesinnya di rumah ternyata  hasil output cacahan plastik susah keluar dan yang keluar kebanyakan berupa serbuk seukuran beras ( 2 mm )  , ia hanyut dan kebawa air . Pabrik tidak akan menerima hasil cacahan plastik seperti ini , rata - rata yang di minta oleh pabrik adalah ukuran antara 16 mm hingga 20 mm , kalau hasilnya jadi serbuk yang terjadi adalah kamu akan rugi di cost operasional , yang kamu masukkan 100 kg limbah dan yang keluarnya dan bisa terpakai hanya 50 kg sedangkan  50 kg lainnya hanyut terbawa air . 
Setelah kami cek ternyata juga pada sistem pisau dan dudukannya , sebuah mesin penghancur plastik harus mempermudah keluarnya si plastik yang sudah dicacah , jika  si plastik sudah lebih kecil dari saringan maka harus segera keluar , namun yang terjadi pada mesin MR.Y tidak demikian , si plastik sulit untuk keluar sehingga si plastik digiling lagi - lagi  dan lagi akhirnya si plastik akan hancur menjadi serbuk . 



Kisah MR . Z 

Mr. Z adalah salah satu staff purchasing di salah satu pabrik makanan di kota Surabaya , ia bertugas mencari sebuah mesin penghancur plastik dan aluminium foil, karena ia pakai sedikit intelektualnya ia datangi semua tempat - tempat penjual mesin penghancur plastik , ia datangi satu per satu , ia trial menggunakan stop watch , yang ia lakukan adalah sbb : 
Limbah plastik sebelum di giling ia timbang berapa berapa beratnya . 
Begitu limbah plastik dimasukkan ke dalam mesin ia tekan nyalakan stopwatchnya , dan mencatat berapa detik si plastik keluar dari daringan output . 
Dari satu tempat ke tempat yang lainnya ia datangi dan ia tidak puas , akhirnya terakhir ia datang ke tempat kami , dan juga melakukan hal yang sama dengan produk yang lain , dan setelah ia mencoba mesin kami akhirnya ia puas dan langsung ngasih DP dan kini mesin itu terpasang di pabrik mereka , lihat saja gambar berikut ini . 

mesin penghancur plastik di surabaya


Kisah MR. B 

MR.B adalah salah satu warga di daerah Buah batu - Bandung , Karena warga keturunan ia tidak percaya dengan produk lokal , akhirnya ia membeli mesin impor , singkat cerita ia pun membeli mesin penghancur plastik buatan negara lain , namun setelah dicoba , semuanya memang bagus dan berjalan lancar , masalahnya adalah pada proses penjualan, pabrik plastik  tidak mau menerima cacahan plasti jika masih dalam keadaan kotor , dan solusinya adalah bahwa si limbah plastik itu harus dicuci terlebih dahulu baru setelah bersih  dikirim ke pabrik . Yang jadi masalah adalah mesin milik Mr. B ini tidak bisa menggiling sambil mencuci , karena sistemnya entah bagaimana saya tidak tau , sedangkan mesin - mesin buatan kami bisa menggiling bisa juga sambil mencuci , artinya dua kerjaan bisa terselesaikan dalam satu kali waktu sedangkan mesinnya MR.B tidak bisa ,   ia harus mengerjakan dua kali kerjaan yakni menggiling kemudian mencuci lagi . Ia kemudian datang ke tempat kami meminta memodif agar mesinnya bisa sekaligus mencuci , saya bilang tidak bisa pak , kami tidak bisa memodifikasi mesin buatan orang lain , tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada membuat yang baru . 


Cerita MR. J 

Ada seorang pria yang datang ke tempat kami , sebut saja namanya MR.J beliau adalah pensiunan tentara , sesama pensiunan tentara ia membentuk organisasi kecil kecilan yang bergerak di bidang kebersihan lingkungan di wilayah mereka ( dalam lingkup kelurahan ) semua sampah di lingkungan mereka di kumpulkan , limbah organik di jadikan pupuk kompos sedangkan limbah plastik daur ulang menjadi serpihan kemudian di jual lagi ke pabrik plastik, singkat cerita , mereka membeli mesin penghancur plastik yang ia tau dari internet , namun sesampainya di rumah setelah dicoba , pisau dan seperangkat dudukannya copot dan terbang , ia merinding mengingat itu , ia bayangkan bagaimana kalau pisau sebesar itu terbang dan menghantam muka dia , akhirnya dia dan kawan - kawannya tidak pernah pakai mesin itu lagi .


1 komentar: